Lebih Dekat Dengan Autism Spectrum Disorder

By:
Categories: KESEHATAN
No Comments

1. Tentang Autism Spectrum Disorder

Orangtua yang akan mempunyai anak harus siap dengan segala keadaan anak saat lahir, berkembang, hingga dewasa. Beberapa anak terlahir dengan normal. Beberapa anak terlahir dengan keterbatasan fisik.

Beberapa anak terlahir dengan keterbatasan mental, salah satunya adalah autisme. Ketika orang tua membesarkan anak dengan kondisi autis, hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mudah untuk dijalani.

Anak autis memiliki perkembangan yang lambat dalam bertindak. Kondisi anak tidak memandang kondisi orangtua. Salah satu contoh adalah berasal dari salah satu anggota grup kondang asal Malaysia KRU, yaitu Edry Abdul Halim.

Edry memiliki anak yang mengalami kondisi autisme. Edry merasa dikurniakan seorang anak yang istimewa sekaligus bersyukur. Anaknya memberikan Edry menjadi sabar dan sabar untuk mengedukasi anaknya menjadi anak yang normal.

2. Mengenal Autism Spectrum Disorder

Autisme, atau Autism Spectrum Disorder, mengacu pada berbagai kondisi yang dicirikan oleh tantangan dengan keterampilan sosial, perilaku berulang, komunikasi ucapan dan non-verbal, serta oleh kekuatan dan perbedaan unik.

Istilah “spektrum” mencerminkan variasi yang luas dalam tantangan dan kekuatan yang dimiliki oleh setiap orang dengan autisme. Tanda-tanda autisme yang paling jelas adalah sekitar umur 2 atau 3 tahun.

Dalam beberapa kasus, itu dapat didiagnosis sejak 18 bulan. Beberapa perkembangan anak autisme dapat diidentifikasi dan diatasi bahkan lebih awal.

  • Tantangan Sosial

Kebanyakan anak yang mengidap autisme mengalami kesulitan dalam memberi dan menerima interaksi dengan orang lain.

Pada usia 8 hingga 10 bulan, banyak bayi yang berpotensi autisme menunjukkan beberapa gejala seperti kegagalan untuk menanggapi panggilan, tidak memiliki minat pada orang-orang dan susah berbicara.

Orang dewasa dan anak yang mengalami autisme juga cenderung mengalami kesulitan menafsirkan apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.

  • Kesulitan Komunikasi

Anak autis mengalami penundaan bahasa yang signifikan dan tidak mulai berbicara sampai lama. Dengan terapi, bagaimanapun, kebanyakan orang dengan autisme belajar menggunakan bahasa lisan dan semua dapat belajar untuk berkomunikasi.

Banyak anak-anak dan orang dewasa non-verbal atau hampir non-verbal belajar menggunakan sistem komunikasi bahasa isyarat, pengolah kata elektronik, atau bahkan perangkat pembangkit suara.

  • Perilaku Repetitif

Perilaku berulang yang tidak biasa atau kecenderungan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan terbatas.

Perilaku berulang yang umum termasuk mengepakkan tangan, bergoyang, melompat dan memutar, mengatur dan menata ulang objek, dan mengulangi bunyi, kata, atau frasa. Kadang-kadang perilaku berulang adalah merangsang diri, seperti menggoyang-goyangkan jari di depan mata.

Ada banyak jenis penanganan dan pengobatan intensif yang bisa membantu anak autis supaya mampu berperilaku dengan baik dalam kehidupan sehari-hari

Your Thoughts